Minggu, 12 Desember 2010

UJIAN SEMESTER

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMAN
UNIVERSITAS SINGA PERBANGSA KARAWANG


Nama : Drs.H.M.Solihin


NPM : 1041173405051


Mata Kuliah: Manajemen Strategi


Hari/Tanggal: Sabtu 11 Desember 2010


Tandatangan






Soal
Misalkan ada sekelompok orang akan merencanakan sebuah usaha dibidang:


-
Lembaga Kursus Bahasa
-
Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi
-
Wedding Organizer
-
Produksi alat-alat elektronika : alat/control (saklar) listrik/lampu rumah menggunakan handphone
-
Suplier pernak pernik (hiyasan/sopenir)
-
Bengkel motor / salon motor
-
Lembaga Keuangan (Koperasi Simpan Pinjam)




Pilih salah satu bidang yang diminati soal diatas


1).
Buat Visi dan Misinya


Jawab:
Visi Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah “Terciptanya Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang haandal”


1.
Membuat program spesifikasi dibidang Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi;
2.
Membauat materi Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang mudah diserap dan difahami;
3.
Mencetak peserta pelatihan yang mampu menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi.
4.
Menghasilkan lulusan Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang berkualitas.


2).
Bagaimana Krangka Manjemennya.


Jawab
Program Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi dibangun dengan pertama kali memahami Visi, Misi, Core Values serta Business Model yang merupakan latar belakang dan faktor-faktor kunci & faktor-faktor pendorong program.

Kerangka Manajemen Strategi Program Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi dibangun melalui proses Strategy Development & Planning yang pada akhirnya harus dapat menghasilkan Strategic Plan yang kemudian diterjemahkan ke dalam Operating Plan.
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam proses Strategy Development & Planning adalah penentuan jenis-jenis kegiatan  yang sesuai dengan kapasitas dan kompetensi garapan dan yang memiliki daya serap pasar yang tinggi, konsisten dan berkelanjutan. Di lain pihak, model pelatihan yang dipilih harus dapat memiliki Value Proposition, baik di tingkat industri maupun di tingkat masing-masing jenis usaha yang tergabung di dalam Klaster Industri tersebut.

Penentuan jenis Pendidikan dan Latihan  tersebut dilakukan melalui proses Analisa Strategis dengan menggunakan metode Balanced Scorecard yang dipadukan dengan analisa SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities & Threats).




Strategy Development & Planning dimulai dengan proses Analisa Strategis. Di dalam Program Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi, proses Analisa Strategis dilakukan dengan cara melakukan analisa SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) yang disusun berdasarkan empat (4) perspektif metode Balanced Scorecard (BSC) yaitu persepektif Keuangan (Financial), perspektif Pelanggan (Customer), perspektif Proses Internal (Internal Process) dan perspektif Pembelajaran & Pertumbuhan (Learning & Growth).




Menentukan Value Proposition Program Menentukan Value Proposition Program NEGERI MANDIRI
Setiap usaha maupun Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi harus memiliki Value Proposition yang merupakan nilai jual usaha tersebut  yang digunakan sebagai ‘pemikat’ dalam menjaring potensi mitra-mitra strategis.

Value Proposition tersebut harus dapat menjelaskan faktor-faktor pembeda (differentiating factors) apa saja yang dapat memposisikan usaha/ industri tersebut di atas usaha/ industri sejenis yang ada di pasar sehingga menjadikannya sangat menarik untuk dijalani oleh setiap potensi mitra-mitra strategis yang ingin dijaring.

Dalam konteks Program Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Value Proposition harus dapat dibangun di dua tingkatan yaitu tingkat Program dan tingkat Business Unit, yaitu jenis-jenis usaha yang tergabung di dalam Program Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi.




Keempat kerangka persepktif Balanced Scorecard harus dapat diterjemahkan ke dalam strategi usaha yang dapat menjawab kebutuhan pembangunan Value Proposition Program Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi, yaitu:


Perspektif Keuangan (Financial)
Kinerja keuangan seperti apa yang diharapkan oleh setiap stakeholder yang tergabung di dalam Program Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi?
Setiap usaha yang ada di dalam Program Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi harus dapat meraih keuntungannya masing-masing. Keuntungan tersebut harus berada di atas tingkat rata-rata keuntungan yang dihasilkan oleh usaha sejenis di luar Program Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Secara kolektif, keuntungan yang dihasilkan oleh Program Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi harus berada di atas rata-rata industri sejenis.


Perspektif Pelanggan (Customer)
Untuk mencapai sasaran/ target keuangan, bagaimana caranya Program Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat menciptakan nilai tambah bagi setiap pelanggannya?


Perspektif Proses Internal (Internal Process)
Proses kerja seperti apa yang harus diterapkan di dalam Program untuk memuaskan setiap Pelanggan dan Stakeholder yang ada di dalam Program Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi?


Perspektif Lingkungan Hidup (Bisa digabung ke dalam Perspektif Proses, khususnya dalam aspek Kebijakan & Prosedure)
Bagaimana industri yang dibangun bukan saja memberikan dampak positif pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi lebih dari itu berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Termasuk di dalamnya adalah aspek lingkungan hidup: pelestarian alam, pembangunan jaringan ketahanan sosial dan pelestarian budaya & kearifan lokal.


Perspektif Pembelajaran & Pertumbuhan (Learning & Growth)
Bagaimana Program Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat memanfaatkan kekayaan Sumber Daya Manusianya, Budayanya (dan kearifan lokalnya) serta keunikan sistem/ model usahanya (Business Model) semaksimal mungkin untuk secara berkelanjutan memperbaiki kinerja usahanya sehingga dapat secara konsisten mempertahankan daya saing unggulan berkelanjutannya?

3).

Bagaimana konsep PEL yang akan dikembangkan ?


Jawab
PEL sebagai proses yang dilakukan secara bersama oleh pemerintah, usahawan, dan organisasi non pemerintah untuk menciptakan kondisi yang lebih baik untuk pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di tingkat local, dengan demikian dalam merumuskan konsep PEL keterlibatan pemerintah lokal dan organsisasi masyarakat harus duduk bersama untuk mendorong, merangsang, memelihara, aktivitas usaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

Konsep PEL harus ditujukan sepenuhnya sebagai proses partisipatif yang mendorong kemitraan antara dunia usaha dan pemerintah dan masyarakat pada wilayah tertentu, yang memungkinkan kerjasama dalam perancangan dan pelaksanaan strategi pembangunan secara umum, dengan menggunakan sumber daya local dan keuntungan kompetitif dalam konteks global, dengan tujuan akhir menciptakan lapangan pekerjaan yang layak dan merangsang kegiatan ekonomi.

Dikemukakan oleh Muda Kahuni bahwa, pengembangan ekonomi lokal yang akan dilakukan sesuai dengan karakteristik daerah. Namun demikian tetap menyesuaikan dengan panduan nasional tentang revitalisasi pengembangan ekonomi lokal. Dengan demikian konsep PEL yang dibangun oleh Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi harus berorentasi pada potensi local itu sendiri. Jika Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi didirikan di Karawang yang mayoritas masyarakatnya bertani, maka konsep PEL nya harus mendukung usaha pertanian, misalnya membuat pasar transaksi pertanian lewat elektronik.




4)


Jawab
Rencana Stratejik Teknologi Informasi dan Komunikasi yang akan dikembangkan adalah sebagai berikut:Strategi Pengembangan Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi meliputi: (1). Pengembangan sistem pelayanan pelatihan yang handal dan terpercaya serta terjangkau masyarakat luas. (2). Penataan sistem manajemen dan proses kerja Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi secara holistik. (3). Peningkatan peran serta dunia usaha dan pengembangan industri telekomunikasi dan teknologi informasi. (4). Pengembangan SDM di Lembaga Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan peningkatan e-literacy masyarakat. (5). Pelaksanaan pengembangan secara sistematik melalui tahapan yang realistik dan terukur.





5). Apa Inovasi stratejik yang akan dikembangkan




Jawab
Innovation Strategy
         Scan and monitor the sources of innovation opportunity.
         Create a personal future-scan system.
         Integrate future scanning with your company's idea management system.
         Assault(penyerangan) industry assumptions.
         Broaden(meluaskan) your company's vision.
         Strategize your place in the first mover, fast follower race.

Inovasi stratejik meliputi Product Innovation, Process Innovation, Strategy Innovation. Product Innovation is The process of bringing to life a new product/service to solve the customer's problem benefits (Proses yang mengarah kepada keragaman suatu produk / jasa baru untuk memecahkan masalah manfaat pelanggan). Process innovations juga dapat peningkatan profitabilitas lini bawah, mengurangi biaya, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Dengan adanya Product Innovatian Pelanggan juga mengambil manfaat dari jenis  inovasi ini dengan cara memperoleh produk yang bermutu tinggi serta pelayanan yang memuaskan.


Innovation Levels Incremental Innovation Substantial Innovation Breakthrough Innovation  (terobosan)

Innovation Model
Model 1: The Suggestion System
Model 2: Continuous Improvement Teams
Model 3: New Venture Teams
Model 4: The Incubator Lab
Model 5: Innovation Teams




Model 1 : The Suggestion System
Suggestion programs provide employees an organized system through which to submit ideas and to have those ideas considered by a panel of dispassionate reviewers, who accept or reject them depending on pre-established criteria from management.




Model 2: Continuous Improvement Teams
Unlike suggestion programs that focus on motivating individual contributors to come forward with their ideas, Continuous Improvement Model systems rely on team collaboration.

Sometimes called Kaizen Teams, (kaizen is the Japanese word for continuous improvement), they mostly focus on incremental, rather than substantial or breakthrough process on product improvements.

Nevertheless, when these seemingly (kepatutan) small, continuous tweaks(teguran) produced by firm's rank and file workers are added up, they can be substantial in their bottom-line impact.


Model 3:  New Venture Teams
The goal of the New Venture Team Model is decidedly not cost-saving ideas, not incremental improvements, and not process innovations.

Rather, the goal is more apt to be surfacing (and funding) unconventional product, service, or strategy ideas that have the potential to be breakthroughs(terobosan-terobosan).





Model 4: The Incubator Lab
The Incubator Model of Idea Management gained popularity along side the dot-corn bubble of the late 1990s and lost favor just as fast.

Beneath the hype, the basic idea of incubators was not too different from the skunkworks(tidak menyenangkan) approach pioneered by Lockheed during World War II to rapidly develop and launch new aircraft by forming small, dedicated teams separate from the bureaucracy(birokrasi).




Model 5: Innovation Teams
The gist of this approach is to set up a company-wide network of people with demonstrated skills in innovation and give them very clear marching orders: Go out and find some new ideas that have promise.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar